Praktikkan Mindfulness Saat Makan untuk Mengurangi Stres
Praktikkan Mindfulness Saat Makan Banyak orang makan sambil melakukan aktivitas lain. Mereka menatap layar ponsel sambil mengunyah. Kebiasaan ini membuat Anda kehilangan momen penting. Anda tidak menyadari rasa, tekstur, dan aroma makanan yang masuk ke tubuh. Anda juga tidak menyadari sinyal kenyang yang dikirim perut ke otak. Mindfulness saat makan atau makan dengan penuh kesadaran mengembalikan Anda ke momen sekarang. Teknik ini terbukti mengurangi stres sekaligus mencegah makan berlebihan.
Apa Itu Mindfulness Saat Makan?
Mindfulness saat makan adalah praktik memberi perhatian penuh pada proses makan. Dalam praktik ini, Anda tidak melakukan hal lain selain makan. Anda tidak membaca, tidak menonton, tidak berbicara, dan tidak bermain ponsel. Seluruh indra Anda fokus pada makanan di hadapan Anda. Mata melihat warna dan bentuk makanan. Hidung mencium aroma yang keluar. Tangan merasakan tekstur saat menyentuh makanan. Lidah mengecap setiap rasa yang muncul. Anda makan secara perlahan, menikmati setiap suapan tanpa terburu-buru.
Mengapa Mindfulness Saat Makan Mengurangi Stres?
Pertama, makan dengan penuh kesadaran mengalihkan fokus Anda dari sumber stres. Pikiran Anda tidak lagi berputar di sekitar masalah pekerjaan atau kecemasan masa depan. Anda hanya fokus pada momen sekarang, yaitu makan. Kedua, proses mengunyah yang lambat merangsang sistem saraf parasimpatis. Sistem ini bertugas menenangkan tubuh setelah mengalami stres. Detak jantung melambat, tekanan darah turun, dan otot-otot rileks. Ketiga, makanan yang Anda makan dengan kesadaran penuh memberikan kepuasan lebih besar. Anda tidak perlu makan banyak untuk merasa puas karena setiap suapan sudah Anda nikmati sepenuhnya.
Langkah-Langkah Mindfulness Saat Makan
Langkah pertama: mulailah dengan satu buah anggur atau satu potong cokelat. Jangan gunakan makanan dalam jumlah besar untuk latihan pertama. Letakkan makanan di telapak tangan Anda. Amati warnanya. Perhatikan bagaimana cahaya memantul dari permukaannya. Lihat tekstur dan bentuknya seolah Anda belum pernah melihat makanan ini sebelumnya.
Langkah kedua: dekatkan makanan ke hidung Anda. Tarik napas perlahan. Cium aromanya. Apakah Anda mencium bau manis, asam, atau pahit? Apakah aromanya tajam atau lembut? Biarkan hidung Anda mengeksplorasi tanpa terburu-buru.
Langkah ketiga: masukkan makanan ke mulut Anda, tetapi jangan langsung mengunyah. Rasakan bagaimana lidah Anda menerima benda asing. Biarkan makanan bersentuhan dengan langit-langit mulut. Rasakan suhu dan tekstur awalnya.
Langkah keempat: mulailah mengunyah secara perlahan. Perhatikan bagaimana rasa keluar seiring waktu. Apakah rasa manis muncul pertama, lalu asam, lalu pahit? Perhatikan juga bagaimana tekstur berubah dari keras menjadi lunak. Kunyah hingga makanan benar-benar hancur sebelum menelan.
Langkah kelima: setelah menelan, tutup mata sejenak. Rasakan sensasi di tenggorokan dan perut Anda. Apakah Anda masih merasakan sisa rasa di lidah? Ambil napas sebelum mengambil suapan berikutnya.
Menerapkan Mindfulness dalam Makan Sehari-hari
Anda tidak perlu melakukan latihan dengan satu buah anggur setiap kali makan. Terapkan prinsip mindfulness ke dalam kebiasaan makan harian Anda. Pertama, singkirkan semua gangguan. Letakkan ponsel di ruangan lain. Matikan televisi. Tutup laptop. Kedua, luangkan waktu khusus untuk makan. Jangan makan sambil berdiri atau berjalan. Duduklah di meja makan dengan nyaman. Ketiga, ambil napas dalam tiga kali sebelum mulai makan. Gunakan napas ini untuk mengalihkan fokus dari stres ke makanan.
Selanjutnya, gunakan alat makan yang lebih kecil. Sendok kecil membuat Anda mengambil makanan dalam porsi lebih kecil. Anda akan makan lebih lambat secara alami. Kemudian, letakkan alat makan di piring setiap kali Anda selesai mengunyah satu suapan. Kebiasaan ini mencegah Anda menyuap makanan berikutnya sebelum suapan sebelumnya tertelan. Terakhir, perhatikan rasa kenyang Anda. Berhenti makan ketika Anda merasa cukup, bukan ketika piring habis.
Perbedaan Mindfulness dengan Diet Biasa
Diet biasa berfokus pada apa yang Anda makan. Anda menghitung kalori, membatasi karbohidrat, atau menghindari gula. Sebaliknya, mindfulness berfokus pada bagaimana Anda makan. Anda tidak perlu menghilangkan makanan favorit dari hidup Anda. Anda hanya perlu memakannya dengan penuh kesadaran. Ketika Anda benar-benar menikmati sepotong kue cokelat, Anda mungkin merasa puas hanya dengan tiga gigitan. Tanpa mindfulness, Anda bisa menghabiskan seluruh kue tanpa benar-benar merasakan kenikmatannya. Karena itu, mindfulness lebih berkelanjutan dibanding diet ketat yang membuat Anda menderita.
Penelitian Ilmiah di Balik Mindfulness
Penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan hasil yang menarik. Orang yang makan dengan mindfulness mengonsumsi tiga ratus kalori lebih sedikit per hari. Mereka juga melaporkan tingkat stres yang lebih rendah. Penelitian lain dari Universitas North Carolina menemukan manfaat tambahan. Mindfulness saat makan mengurangi kadar kortisol hingga dua puluh lima persen. Kortisol adalah hormon stres yang memicu berbagai masalah kesehatan. Studi jangka panjang juga mengungkapkan bahwa praktik mindfulness saat makan mencegah kenaikan berat badan seiring usia.
Baca juga: Rutin Berjemur di Pagi Hari untuk Mendapatkan Vitamin D Alami
Kesimpulan
Mindfulness saat makan mengubah hubungan Anda dengan makanan sekaligus mengurangi stres. Mulailah dengan satu kali makan dalam sehari. Pilih waktu makan siang atau makan malam. Singkirkan semua gangguan. Letakkan ponsel di ruangan lain. Duduklah dengan nyaman. Makanlah secara perlahan. Rasakan setiap rasa dan tekstur yang masuk ke mulut Anda. Berhentilah ketika Anda merasa cukup, bukan ketika piring kosong. Pada akhirnya, makan dengan penuh kesadaran membuat Anda lebih menikmati hidup sekaligus lebih sehat secara fisik dan mental. Cobalah mulai dari satu suapan hari ini.
