Membawa Bekal Makanan Sendiri untuk Mengontrol Asupan Gizi
Membawa Bekal Makanan Sendiri Banyak orang mengandalkan makanan di luar untuk makan siang setiap hari. Mereka membeli nasi kotak di kantin, memesan makanan melalui aplikasi antar, atau makan di restoran cepat saji. Kebiasaan ini membuat Anda kehilangan kendali atas apa yang masuk ke dalam tubuh. Anda tidak tahu berapa banyak minyak, gula, dan garam yang terkandung dalam makanan tersebut. Anda juga tidak bisa memastikan kebersihan bahan dan proses pengolahannya. Membawa bekal makanan sendiri menawarkan solusi untuk semua masalah ini. Anda mengontrol penuh setiap bahan yang masuk ke dalam masakan.
Manfaat Membawa Bekal bagi Kesehatan
Pertama, Anda mengatur sendiri porsi makan Anda. Anda tidak perlu menghabiskan porsi besar yang biasa disajikan restoran. Kedua, Anda memilih bahan-bahan segar dan berkualitas. Anda bisa membeli sayuran organik atau daging dari sumber terpercaya. Ketiga, Anda mengurangi konsumsi minyak, gula, dan garam secara drastis. Masakan rumahan menggunakan bumbu jauh lebih sedikit dibanding masakan restoran. Keempat, Anda menghindari bahan pengawet, penyedap buatan, dan pewarna makanan. Kelima, Anda menghemat uang karena harga bekal jauh lebih murah daripada membeli makanan di luar setiap hari.
Manfaat Membawa Bekal bagi Produktivitas
Waktu istirahat makan siang sering terbuang untuk antre membeli makanan. Anda menghabiskan lima belas hingga tiga puluh menit hanya untuk memutuskan mau makan apa. Dengan membawa bekal, Anda langsung bisa makan begitu waktu istirahat tiba. Anda memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat, berjalan kaki, atau sekadar menenangkan pikiran. Selain itu, makanan yang Anda bawa dari rumah cenderung lebih sehat. Tubuh Anda tidak mengalami lonjakan gula yang diikuti penurunan energi di sore hari. Anda tetap fokus dan produktif setelah makan siang.
Perencanaan Menu Mingguan
Luangkan waktu tiga puluh menit setiap hari Minggu untuk merencanakan menu. Pertama, tentukan berapa hari dalam seminggu Anda akan membawa bekal. Mulailah dengan dua hari terlebih dahulu jika Anda baru memulai. Kedua, pilih menu yang bahan-bahannya mudah didapat dan tidak memerlukan waktu masak lama. Ketiga, pastikan menu Anda mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan lemak sehat dalam porsi seimbang. Keempat, variasikan menu agar Anda tidak bosan. Contohnya, nasi merah dengan tumis brokoli dan ayam panggang di hari Senin. Kemudian, kentang rebus dengan salmon dan salad di hari Selasa.
Strategi Memasak untuk Seminggu
Anda tidak perlu memasak setiap pagi sebelum berangkat kerja. Gunakan strategi meal prep atau persiapan masakan mingguan. Pertama, masak karbohidrat dalam jumlah besar di hari Minggu. Nasi merah, kentang rebus, atau quinoa bisa bertahan hingga lima hari di kulkas. Kedua, potong dan cuci sayuran untuk seminggu. Simpan dalam wadah kedap udara di lemari es. Ketiga, marinasi protein seperti ayam atau tahu di hari Minggu. Bumbu akan meresap lebih baik selama beberapa hari. Keempat, masak protein dalam jumlah besar. Ayam panggang atau tumis daging sapi bisa Anda panaskan kembali saat akan makan.
Memilih Wadah Bekal yang Tepat
Pilihlah wadah bekal yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pertama, wadah kaca lebih sehat karena tidak mengandung BPA. Anda juga bisa memanaskan makanan langsung di wadah kaca tanpa memindahkan ke piring lain. Kedua, wadah dengan sekat membantu Anda mengatur porsi. Sayuran tidak akan tercampur dengan lauk yang berkuah. Ketiga, pastikan wadah kedap udara agar makanan tidak tumpah di dalam tas. Keempat, pilih ukuran yang sesuai dengan porsi makan Anda. Wadah terlalu besar membuat Anda cenderung mengisi terlalu banyak makanan. Wadah terlalu kecil membuat Anda kurang kenyang.
Ide Menu Bekal Sederhana
Anda tidak perlu memasak hidangan yang rumit. Berikut beberapa ide menu sederhana. Pertama, nasi putih atau nasi merah, telur dadar gulung, tumis kacang panjang, dan irisan tomat. Kedua, kentang rebus, tuna yang dicampur mayones rendah lemak, dan salad selada. Ketiga, pasta whole wheat dengan saus tomat homemade, bakso sapi, dan brokoli rebus. Keempat, oatmeal semalaman atau overnight oat dengan potongan pisang, kacang almond, dan biji chia. Anda menyiapkannya malam sebelumnya dan langsung makan tanpa perlu memanaskan. Kelima, roti gandum dengan isian telur rebus, selada, tomat, dan saus yogurt.
Cara Memanaskan Bekal dengan Aman
Jika kantor Anda menyediakan microwave, panaskan bekal dengan benar. Pertama, pindahkan makanan ke piring atau mangkuk yang aman untuk microwave. Jangan memanaskan wadah plastik sekali pakai. Kedua, tutup makanan dengan penutup anti percikan atau tisu dapur basah. Uap yang terperangkap membantu memanaskan makanan secara merata. Ketiga, panaskan dengan durasi pendek satu hingga dua menit. Aduk makanan di tengah waktu pemanasan. Keempat, pastikan makanan panas merata sebelum dimakan. Bagian tengah biasanya lebih dingin dari bagian tepi. Jika kantor tidak menyediakan microwave, pilih menu yang enak dimakan dingin seperti salad atau sandwich.
Baca juga: Peregangan Pagi Selama 10 Menit untuk Mengatasi Kekakuan Tubuh
Kesimpulan
Membawa bekal makanan sendiri mengubah kebiasaan makan Anda menjadi lebih sehat dan terkontrol. Mulailah dengan dua hari dalam seminggu. Luangkan waktu tiga puluh menit di hari Minggu untuk merencanakan menu. Belanja bahan sesuai daftar, lalu siapkan bahan-bahan untuk seminggu. Pilih wadah bekal yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulailah dengan menu sederhana seperti nasi, telur dadar, dan tumis sayuran. Jika kantor menyediakan microwave, panaskan makanan dengan benar. Jika tidak, pilih menu yang enak dimakan dingin. Pada akhirnya, bekal makanan sendiri membuat tubuh Anda lebih sehat, kantong lebih hemat, dan waktu istirahat lebih panjang. Cobalah minggu depan dengan satu hari membawa bekal. Rasakan perbedaannya.